Crypto . 20/05/2025, 08:06 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Beberapa stablecoin seperti Tether (USDT) pernah dikritik karena tidak sepenuhnya transparan soal cadangan asetnya.
Banyak pemerintah masih menilai stablecoin sebagai ancaman terhadap mata uang nasional dan sistem keuangan.
Stablecoin berbasis algoritma, seperti TerraUSD (UST), bisa kolaps jika mekanisme stabilisasinya gagal.
Stablecoin menawarkan solusi stabil dalam dunia kripto yang penuh fluktuasi. Mereka menjadi jembatan antara sistem keuangan tradisional dan ekosistem kripto, sekaligus alat penting dalam perdagangan dan DeFi.
Meski terkesan aman, investor tetap harus cermat memilih stablecoin yang transparan, didukung oleh cadangan yang jelas, dan memiliki reputasi baik di industri. Dengan begitu, kamu bisa menggunakan stablecoin secara bijak untuk transaksi, investasi, maupun strategi perlindungan nilai. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media