Gadget . 25/04/2024, 10:15 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Tampilan dan jumlah konten yang minim juga tidak luput dari keluhan pengguna.
Banyaknya keluhan dari pengguna Vision Pro telah menyebabkan lonjakan angka pengembalian perangkat.
Namun efek burukanya ini tidak hanya dirasakan penggunanya saja, namun juga produsennya.
Hal ini tentu saja menjadi pukulan bagi Apple, yang sebelumnya menaruh harapan besar pada produk revolusioner ini.

Apple Vision Pro, Headset VR Apple, Image: Apple--
Penjualan headset Vision Pro di Amerika Serikat jauh di bawah ekspektasi Apple, memaksa mereka memangkas perkiraan pengiriman secara drastis.
Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh dua faktor utama: harga yang tinggi dan bobot headset yang berat.
Meskipun Vision Pro diakui sebagai salah satu headset VR terbaik dan terkuat di pasaran, harganya yang mencapai $3.500 (sekitar Rp 51 juta) dan bobotnya yang berat membuatnya kurang menarik bagi banyak calon pembeli.
Kegagalan penjualan Vision Pro juga berdampak pada rencana Apple selanjutnya.
Kemungkinan besar tidak akan ada model Vision Pro baru di tahun 2025, dan fokus pengembangan akan dialihkan ke peningkatan proses produksi daripada menghadirkan fitur baru.
Rumor tentang headset Vision Pro versi murah masih abu-abu, dan kehadirannya bisa menjadi penyelamat bagi Apple jika mereka mampu mengatasi hambatan harga dan kenyamanan yang saat ini menjadi kendala utama.
Masa depan Vision Pro masih belum pasti, dan Apple perlu melakukan langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik produknya di pasaran.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media