Arek Jatim . 13/05/2026, 11:35 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Namun yang menjadi sorotan publik bukan jenis gamenya, melainkan waktu dan tempat aktivitas tersebut dilakukan.
Banyak pihak menilai anggota legislatif seharusnya fokus mengikuti jalannya rapat, apalagi agenda yang dibahas berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.
Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, akhirnya buka suara terkait viralnya video tersebut.
Ia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas perilaku anggotanya yang dinilai mencoreng etika lembaga legislatif.
“Kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kasus ini akan diproses karena menyangkut etika lembaga DPRD,” ujar Ahmad Halim, Selasa (12/5/2026).
Menurut Halim, DPRD Jember akan segera memanggil Ahmad Syahri Assidiqi untuk dimintai klarifikasi resmi terkait video yang viral di media sosial.
Kasus ini dipastikan akan diproses melalui Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Jember.
BKD nantinya akan melakukan pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran disiplin dan etika anggota dewan sesuai tata tertib DPRD.
“Secara kelembagaan mungkin akan ada sanksi administrasi atau sanksi disiplin lainnya,” kata Ahmad Halim.
Beberapa kemungkinan sanksi yang dapat diberikan mulai dari teguran tertulis, sanksi administratif, hingga bentuk disiplin internal lainnya.
Tak hanya diproses secara kelembagaan, kasus ini juga mendapat perhatian internal dari Partai Gerindra.
Ahmad Halim yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Jember menyebut Ahmad Syahri Assidiqi merupakan anggota baru di fraksi mereka.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media