Jatim Mbois . 12/05/2026, 10:10 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Finjatim - Fenomena cuaca panas di Jawa Timur mencapai titik yang mengkhawatirkan pada tahun 2026 ini. Bukan sekadar gerah biasa alias sumuk. Suhu udara di beberapa titik seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dilaporkan sering menembus angka 37 hingga 39 derajat Celsius.
Kondisi ini menempatkan masyarakat pada risiko tinggi heatstroke (sengatan panas), sebuah kondisi medis darurat yang jika terlambat ditangani bisa berujung pada kegagalan organ hingga kematian dalam hitungan jam.
Paparan panas ekstrem bukan lagi sekadar masalah kenyamanan. Tapi sudah masuk kategori ancaman keselamatan jiwa.
Banyak orang mengira hanya pusing biasa. Padahal itu adalah awal dari serangan panas. Berikut adalah tanda-tanda tubuh Anda mulai menyerah pada cuaca ekstrem Jatim:
Berdasarkan data terbaru dari BMKG, lonjakan suhu di Jawa Timur, khususnya Surabaya, dipicu oleh dua faktor utama:
Hutan beton di Surabaya menyerap panas matahari di siang hari dan melepaskannya di malam hari. Minimnya vegetasi di koridor Utara-Selatan membuat suhu perkotaan bisa 2-4 derajat lebih panas dibandingkan wilayah pedesaan yang hijau.
Tahun 2026 mencatatkan pola cuaca yang lebih kering. Kurangnya tutupan awan menyebabkan radiasi ultraviolet (UV) langsung menghantam permukaan bumi tanpa penghalang, terutama antara pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.
Jangan menunggu haus untuk minum. Berikut protokol perlindungan diri yang disarankan:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media