Kampung Rek . 11/05/2026, 19:38 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Sampel makanan telah diamankan untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan sumber kontaminasi.
Informasi awal menyebut seluruh sekolah terdampak menerima distribusi makanan dari satu dapur penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.
Hal inilah yang membuat kasus keracunan terjadi secara bersamaan di banyak sekolah.
“Sekitar 12 sekolah menerima distribusi dari dapur yang sama,” jelas drg Tyas.
Pihak Dinas Kesehatan bersama instansi terkait kini sedang mendalami sistem pengolahan, distribusi hingga penyimpanan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
Lonjakan pasien membuat tenaga kesehatan bergerak cepat melakukan penanganan darurat.
Sebagian besar siswa ditangani langsung di sekolah karena gejalanya tergolong ringan. Namun siswa yang mengalami muntah berulang dan kondisi lemas dibawa ke fasilitas kesehatan.
Tim medis diterjunkan untuk mendatangi sekolah-sekolah terdampak agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
“Kami jemput bola ke sekolah-sekolah karena sebagian gejala masih ringan dan bisa ditangani di lokasi,” imbuhnya.
Di RSIA IBI Surabaya suasana sempat dipenuhi kepanikan orang tua. Banyak wali murid bergegas membawa anak-anak mereka ke rumah sakit setelah mendapat kabar siswa mengalami muntah dan pusing massal.
Meski demikian, kondisi para siswa perlahan membaik setelah mendapatkan penanganan medis. Hingga malam hari, belum ada laporan siswa yang harus menjalani rawat inap intensif.
“Alhamdulillah sejauh ini belum ada yang rawat inap dan sebagian besar sudah diperbolehkan pulang,” jelasnya.
Kasus ini kini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Aparat kepolisian bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait mulai melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab keracunan massal tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media