Astaghfirullah! Guru Ngaji Cabul di Surabaya Lecehkan 7 Santri Laki-Laki, Motifnya Bikin EMOSI
Guru Ngaji Cabul di Surabaya Lecehkan 7 Santri Laki-Laki
Finjatim - Kasus dugaan tindakan asusila mengguncang Surabaya. Seorang guru ngaji berinisial MZ (22) diamankan polisi setelah diduga melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap 7 santri laki-laki di kawasan Genteng Kali.
Korbannya masih berusia anak-anak, berkisar antara 10 hingga 15 tahun. Dugaan tindakan tersebut disebut berlangsung dalam rentang waktu cukup lama, mulai 2025 hingga 2026.
Polisi kini masih mendalami kasus tersebut sambil memberikan pendampingan psikologis kepada para korban.
Menurut keterangan polisi, lokasi kejadian berada di sebuah pondok kecil yang menerapkan sistem menginap mingguan.
Para santri diketahui tidak tinggal menetap seperti di pesantren besar pada umumnya. Mereka hanya mengikuti kegiatan menginap pada waktu tertentu, terutama akhir pekan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menjelaskan kondisi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
“Anak-anak ini sifatnya mondok mingguan. Bukan menetap penuh,” ujar Luthfie dalam keterangannya di Mapolrestabes Surabaya.
Diduga Dilakukan Saat Korban Sedang Tidur
Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku mendatangi kamar santri saat malam hari ketika korban sedang tidur. Momen tersebut diduga digunakan tersangka untuk melakukan tindakan tidak senonoh.
“Pelaku masuk ke kamar korban pada malam hari ketika para santri tertidur,” jelas Luthfie.
Polisi menyebut tindakan tersebut dilakukan berulang terhadap beberapa korban selama hampir satu tahun terakhir.
Kasus ini baru terungkap setelah salah satu korban berani melapor.
Padahal, menurut penyidik, beberapa santri lain sebenarnya mengetahui dugaan peristiwa tersebut.
Namun mereka memilih diam karena merasa takut dan tertekan oleh sosok guru ngaji tersebut.
“Awalnya korban lain tidak berani bicara karena takut. Setelah ada yang melapor, baru yang lain ikut menyampaikan,” terang Luthfie.