Metro . 14/04/2026, 19:33 WIB

Surabaya Siap Jadi KOTA TOLERANSI, Wali Kota Eri Cahyadi Gerakkan KAMPUNG PANCASILA Hingga Tingkat RW

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Finjatim - Kota Pahlawan sedang bersiap menjadi kiblat toleransi nasional melalui gerakan masif bertajuk Kampung Pancasila. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, secara khusus menemui Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Setempat (PGIS) di GKI Diponegoro pada Senin, 13 April 2026, untuk memastikan semangat ini meresap hingga ke akar rumput.

Eri Cahyadi menegaskan bahwa ideologi Pancasila tidak boleh hanya menjadi pajangan di dinding, melainkan harus hidup dalam tindakan sehari-hari warga.

Fokus utamanya adalah membangun kedekatan batin antarumat beragama yang diwujudkan melalui aksi sosial nyata di lingkungan terkecil.

Eri juga menitipkan pesan penting kepada para pemuka agama. Ia meminta agar jemaat gereja maupun umat Muslim mengutamakan bantuan sosial, baik dari persepuluhan maupun zakat, untuk membantu warga di lingkungan sekitar sebelum disalurkan ke luar wilayah.

"Jangan sampai uang itu dikeluarkan ke luar kota atau luar kampung, sementara ada tetangga kita yang berbeda agama sedang kesusahan. Kedekatan batin antarmanusia hanya akan muncul jika kita saling membantu di dalam kampung yang sama tanpa melihat sekat agama," tegas Eri Cahyadi di hadapan para pendeta.

Ia juga menyinggung soal izin pembangunan rumah ibadah yang terkadang masih memicu perdebatan. Menurut Eri, jika membangun tempat ibadah saja masih sulit, hal itu menjadi sinyal bahwa komunikasi dan kedekatan antarwarga masih rapuh.

Kampung Pancasila tidak hanya berbicara tentang toleransi beragama, tetapi juga mencakup efisiensi ekonomi dan kepedulian lingkungan.

Eri Cahyadi mengungkapkan rencana bahwa jika warga berhasil mengelola sampah secara mandiri di tingkat RW melalui semangat gotong royong, Pemerintah Kota dapat menghemat anggaran pengelolaan sampah yang mencapai ratusan miliar rupiah.

Dana tersebut, menurut Eri, nantinya akan dialihkan untuk memperkuat program sekolah gratis dan layanan kesehatan gratis bagi warga Surabaya.

"Wali Kota hanya sebagai penyatu. Jika warganya tidak mau bergerak memilah sampah dan kerja bakti, maka perubahan itu mustahil terjadi," tambahnya.

Satu RW, Satu Pendamping

Untuk memastikan program ini berjalan optimal, Ketua Satgas Kampung Pancasila sekaligus Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widiyanto, menjelaskan bahwa birokrasi kini dilebur langsung ke masyarakat.

Sebanyak 1.361 RW di Surabaya kini memiliki pendamping khusus dari unsur ASN.

"Total ada satu hingga dua orang ASN yang bertugas sebagai pendamping di setiap RW. Ketua RW secara otomatis menjabat sebagai Ketua Satgas Kampung Pancasila di wilayahnya masing-masing," ujar Irvan.

Program ini sejatinya bertujuan menghidupkan kembali solidaritas yang pernah ditunjukkan warga Surabaya saat pandemi Covid-19 pada tahun 2021.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com