Amazon Akui PHK 16.000 Karyawan Usai Email Internal Bocor

tekno.fin.co.id - 29/01/2026, 12:00 WIB

Amazon Akui PHK 16.000 Karyawan Usai Email Internal Bocor

Amazon, Image: Preis_King / Pixabay

fin.co.id - Amazon secara resmi mengonfirmasi pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 16.000 karyawan secara global, hanya beberapa jam setelah sebuah email internal berisi rencana PHK tersebar akibat kesalahan pengiriman. Email tersebut lebih dulu diterima oleh sebagian karyawan sebelum perusahaan menyampaikan pengumuman resmi, memicu kebingungan sekaligus kegelisahan di internal perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat itu.

Email yang dilihat oleh BBC dikirim pada Selasa malam dan menyebutkan bahwa karyawan di Amerika Serikat, Kanada, serta Costa Rica telah terdampak PHK sebagai bagian dari upaya Amazon untuk “memperkuat perusahaan”. Pesan tersebut kemudian dibatalkan, menandakan bahwa informasi tersebut belum seharusnya diumumkan secara luas kepada karyawan.

Beberapa jam setelah insiden tersebut, Amazon akhirnya mengakui adanya pengurangan tenaga kerja dalam pernyataan resmi. Perusahaan menyebut langkah ini sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi untuk mengurangi birokrasi dan mempercepat pengambilan keputusan.

Project Dawn dan Strategi Perampingan Perusahaan

Advertisement

Email internal yang bocor itu diketahui berkaitan dengan inisiatif bernama Project Dawn, kode internal Amazon untuk gelombang PHK terbaru. Email tersebut ditulis oleh Colleen Aubrey, salah satu wakil presiden senior di Amazon Web Services, dan terkirim melalui undangan kalender yang berjudul “Send Project Dawn email”.

Dalam email tersebut tertulis pernyataan, “Ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan yang telah kami lakukan selama lebih dari satu tahun untuk memperkuat perusahaan dengan mengurangi lapisan organisasi, meningkatkan kepemilikan, dan menghilangkan birokrasi agar kami dapat bergerak lebih cepat untuk pelanggan.”

Pernyataan itu menegaskan bahwa PHK bukan langkah mendadak, melainkan bagian dari rencana jangka panjang manajemen Amazon dalam merespons perubahan kondisi bisnis global dan tekanan efisiensi yang semakin ketat di industri teknologi.

Pernyataan Manajemen dan Sikap Resmi Amazon

Beth Galetti, wakil presiden senior bidang pengalaman dan teknologi sumber daya manusia Amazon, menyatakan bahwa perusahaan tidak berencana melakukan pemotongan besar secara berkala. Ia merujuk pada pengumuman PHK sebelumnya pada Oktober lalu, ketika Amazon memangkas sekitar 14.000 posisi korporat.

“Sebagian besar tim telah menyelesaikan perubahan organisasi mereka pada Oktober, namun ada tim lain yang baru menyelesaikannya sekarang,” ujar Galetti. Pernyataan ini menunjukkan bahwa gelombang PHK terbaru merupakan kelanjutan dari proses yang sempat tertunda di beberapa unit kerja.

Amazon saat ini mempekerjakan sekitar 1,5 juta orang di seluruh dunia, dengan sekitar 350.000 di antaranya berada di posisi korporat. Hingga kini, perusahaan belum mengungkap secara rinci negara atau divisi mana saja yang paling terdampak oleh PHK terbaru ini.

Kekhawatiran Karyawan dan Prediksi PHK Berlanjut

Menurut seorang mantan karyawan Amazon yang enggan disebutkan namanya, kabar mengenai PHK besar sebenarnya telah beredar di kalangan internal selama beberapa pekan terakhir. Ia menyebut bahwa terdapat pemahaman luas di antara karyawan bahwa manajemen menargetkan pengurangan total hingga sekitar 30.000 posisi.

Advertisement

Mantan karyawan tersebut menambahkan bahwa target tersebut diperkirakan akan tercapai melalui satu gelombang besar PHK pada bulan ini, diikuti oleh pengurangan lanjutan hingga akhir Mei. Hal ini memperkuat anggapan bahwa PHK 16.000 karyawan bukanlah akhir dari proses perampingan di Amazon.

Bagi karyawan yang terdampak, Amazon memberikan opsi untuk melamar kembali ke posisi internal yang masih tersedia, meskipun jumlah lowongan tersebut terbatas. Mereka yang tidak mendapatkan posisi baru menerima pesangon yang disesuaikan dengan masa kerja masing-masing.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID