Solana (SOL)
SOL yang sempat menjadi primadona karena kecepatannya, dalam seminggu terkoreksi 1,60%. Penurunan ini menegaskan bahwa reli Solana beberapa bulan terakhir mulai menghadapi fase konsolidasi.
Cardano (ADA)
Cardano yang kerap dijuluki proyek akademis di dunia kripto juga tidak luput dari tekanan. Penurunan tipis sekitar 1,23% tetap menandakan bahwa altcoin ini rentan terhadap arus keluar modal.
Dogecoin (DOGE)
Meme coin terbesar ini turun 0,49%. Meski sempat menguat karena dorongan komunitas dan figur publik, DOGE tetap sulit bertahan ketika investor lebih fokus pada aset besar.
TRON (TRX)
TRX melemah 2,50% dalam sepekan, menjadikannya salah satu altcoin yang cukup dalam koreksinya. Padahal jaringan TRON cukup aktif dalam transaksi stablecoin, namun sentimen pasar tetap tidak mendukung.
Mengapa Altcoin Melemah?
Ada beberapa faktor yang menjelaskan kenapa altcoin tidak mampu mengikuti jejak Bitcoin:
-
Kapitalisasi lebih kecil – Altcoin lebih mudah tertekan ketika ada aksi jual.
-
Kurang narasi kuat – Tidak semua altcoin punya katalis positif dalam jangka pendek.
-
Ketergantungan pada BTC – Banyak altcoin bergerak mengikuti arah Bitcoin. Jika BTC dominan, altcoin sering tertinggal.
-
Sentimen global – Ketidakpastian makroekonomi membuat investor cenderung mencari aset paling aman.
Stablecoin Jadi Tempat Parkir
Di tengah tekanan pasar, stablecoin kembali jadi pilihan utama bagi banyak investor. USDT dan USDC stabil di harga $1 dengan volume perdagangan sangat besar. Ini menandakan ada pergerakan dana keluar dari altcoin ke aset yang dianggap aman sementara.
Likuiditas besar di stablecoin biasanya jadi sinyal bahwa pasar masih menunggu arah yang lebih jelas. Jika dominasi Bitcoin berlanjut, sebagian dana ini kemungkinan akan kembali mengalir ke BTC.