fin.co.id - Pasar aset digital kembali menarik perhatian dunia setelah sepekan penuh fluktuasi. Di satu sisi, harga Bitcoin hari ini mencatat kenaikan 2,21% dan bertahan di zona hijau. Di sisi lain, mayoritas altcoin justru rontok dengan persentase penurunan yang beragam. Fenomena ini membuat investor kembali menyoroti dominasi BTC, yang semakin kokoh sebagai penentu arah pasar.
Dengan nilai perdagangan harian lebih dari $56 miliar, Bitcoin kini berada di level $110.723. Angka tersebut menandai ketahanan luar biasa meskipun altcoin seperti Ethereum, Solana, hingga TRX tidak mampu menahan tekanan jual. Dalam kondisi pasar yang sering disebut “berdarah”, justru BTC menjadi aset yang mampu menenangkan ketidakpastian investor.
Bitcoin Sebagai Arah Utama
Sejak awal 2024, Bitcoin sudah menjadi barometer sentimen pasar kripto. Kenaikannya yang konsisten dalam jangka menengah memperlihatkan kepercayaan yang tinggi, baik dari investor ritel maupun institusi. Saat altcoin terkoreksi, justru BTC terlihat stabil.
Fakta menariknya, dominasi Bitcoin terhadap total kapitalisasi pasar kripto terus naik. Dominasi ini menjadi bukti bahwa para pelaku pasar lebih memilih menyimpan dana di BTC ketika kondisi global tidak menentu. Dalam analisa mingguan, BTC masih lebih kuat dibandingkan Ethereum dan Solana.
Faktor yang Mendorong Kenaikan BTC
-
Likuiditas besar – Volume perdagangan yang tinggi menegaskan bahwa Bitcoin tetap jadi aset pilihan utama.
-
Peran institusi – ETF Bitcoin spot di beberapa negara mendorong permintaan baru.
-
Narasi “safe haven” – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, BTC sering diperlakukan seperti emas digital.
-
Penguatan teknologi – Perkembangan Lightning Network dan adopsi di beberapa platform memberi nilai tambah.
Altcoin: Kompak Merah dalam 7 Hari
Berbeda dengan Bitcoin, altcoin mayoritas mengalami penurunan harga dalam sepekan. Ethereum misalnya, meski tetap jadi aset terbesar kedua, harus rela terkoreksi 2,05%. BNB milik Binance juga tidak mampu bertahan dan melemah meski tipis.
Ethereum (ETH)
Ethereum turun ke $4.298 dengan penurunan mingguan lebih dari 2%. Penurunan ini bisa dikaitkan dengan biaya gas yang kembali tinggi dan aktivitas DeFi yang tidak sekuat awal tahun. Meskipun demikian, jaringan Ethereum tetap mendominasi ekosistem smart contract.
Binance Coin (BNB)
BNB sempat mendapat dukungan dari ekosistem Binance Smart Chain, namun tekanan pasar tetap membuat nilainya tergerus. Penurunan altcoin ini menunjukkan bahwa faktor ekosistem saja tidak cukup menahan tekanan jual saat pasar global melemah.
XRP
XRP sempat mencatat penguatan harian, tetapi dalam sepekan nilainya tidak banyak bergerak. Isu regulasi yang masih membayangi menjadi hambatan utama. Ripple Labs terus berusaha memperluas jaringan globalnya, tetapi sentimen pasar jangka pendek masih lemah.