fin.co.id - Nama Hyperliquid mungkin masih asing di telinga sebagian orang, tapi di kalangan komunitas kripto, token dengan kode HYPE ini sedang jadi sorotan utama.
Lonjakan harga, volume perdagangan tinggi, dan sentimen komunitas yang mayoritas positif membuat banyak investor mulai melirik Hyperliquid coin sebagai kandidat portofolio jangka menengah hingga panjang.
Tapi, apa sebenarnya yang membuat kripto ini begitu menarik? Mengapa banyak pihak menyebutnya sebagai salah satu bintang baru di antara token-token Layer 2 lainnya?
Artikel ini akan membahas 5 alasan kuat mengapa Hyperliquid sedang naik daun dan layak diperhatikan.
1. Harga dan Kapitalisasi yang Menggoda Investor
Saat artikel ini ditulis, harga Hyperliquid coin berada di angka $31,54, naik 2,37% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasarnya mencapai $10,53 miliar, membuatnya masuk ke posisi #11 token terbesar di dunia.
Kenaikan ini bukan hanya angka semata, tapi juga cerminan dari meningkatnya kepercayaan pasar terhadap proyek ini. Dengan FDV (Fully Diluted Valuation) sebesar $31,54 miliar, Hyperliquid jelas sedang dimainkan dalam liga besar.
2. Aktivitas Perdagangan yang Tinggi
Volume perdagangan harian Hyperliquid menembus $417 juta, dengan rasio volume terhadap market cap sebesar 3,95%. Ini menunjukkan bahwa token ini tidak hanya disimpan, tapi juga aktif diperjualbelikan.
Aktivitas tinggi seperti ini biasanya menandakan minat investor ritel maupun institusional. Saat sebuah token aktif diperdagangkan, artinya ada likuiditas, ada minat beli, dan ada potensi harga yang terus bergerak secara dinamis, naik atau turun, tergantung momentum.
3. Sentimen Komunitas yang Positif
Dari lebih dari 41.200 suara komunitas, sekitar 67% menyatakan bullish terhadap Hyperliquid coin, sementara sisanya 33% bersikap bearish. Ini bukan angka kecil. Di dunia kripto, komunitas adalah aset tak berwujud yang bisa sangat memengaruhi harga dan arah proyek.
Semakin banyak orang yang percaya dan aktif mendukung Hyperliquid, maka semakin besar potensi proyek ini bertahan dan berkembang. Sentimen seperti ini juga menjadi bahan bakar utama saat harga mulai melejit.
4. Supply Token yang Masih Terkunci
Saat ini, baru 333,92 juta HYPE yang beredar dari total supply maksimum 1 miliar token. Artinya, lebih dari 66% supply masih belum dilepas ke pasar. Ini bisa menjadi pedang bermata dua.