Crypto . 30/05/2025, 09:47 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Di tengah volatilitas pasar kripto yang tak pernah surut, Hyperliquid (HYPE) tiba-tiba mencuri perhatian. Sejak awal tahun 2025, token ini melonjak dari angka $3 menjadi lebih dari $30, kenaikan yang nyaris sepuluh kali lipat hanya dalam hitungan bulan. Lonjakan drastis ini tentu membuat banyak investor bertanya-tanya, apa sebenarnya yang membuat Hyperliquid jadi primadona baru di pasar kripto?
Harga Hyperliquid hari ini berada di $32,39, naik 6,41 persen dalam 24 jam terakhir, dengan volume perdagangan mencapai $400 juta. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar $10,81 miliar, menjadikan HYPE menempati peringkat ke-12 di antara aset kripto global.
Empat hari sebelumnya, HYPE mencetak harga tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di level $39,93. Dibanding harga terendahnya pada November 2024 yang hanya $3,20, nilai Hyperliquid telah melonjak lebih dari 900 persen dalam enam bulan terakhir.
Kenaikan ini bukan sekadar efek spekulasi semata, melainkan didorong oleh sejumlah faktor fundamental yang memperkuat daya tarik proyek ini di mata investor.
Salah satu kekuatan utama HYPE terletak pada mekanisme decentralized perpetual exchange miliknya. Tidak seperti proyek lain yang sekadar meniru protokol sebelumnya, Hyperliquid hadir dengan performa latency sangat rendah, biaya transaksi minimal, serta likuiditas tinggi yang sepenuhnya berjalan secara on-chain. Ini merupakan pencapaian besar dalam dunia decentralized finance (DeFi).
Teknologi ini memungkinkan trader melakukan transaksi derivatif dengan kecepatan dan efisiensi tinggi tanpa mengorbankan desentralisasi. Kombinasi fitur ini memberi HYPE keunggulan kompetitif dibanding banyak pemain lama di sektor DEX derivatif seperti dYdX dan GMX.
Hingga saat ini, 67 persen komunitas kripto menunjukkan sikap bullish terhadap HYPE, sementara 33 persen lainnya bersikap bearish. Di media sosial dan forum seperti X (sebelumnya Twitter) dan Reddit, nama Hyperliquid terus mencuat dalam diskusi para pengamat kripto, sering kali disandingkan dengan proyek-proyek besar.
Lonjakan volume transaksi dan meningkatnya aktivitas komunitas menunjukkan bahwa HYPE tidak hanya digerakkan oleh aksi spekulatif investor besar, tetapi juga oleh antusiasme organik dari kalangan ritel.
Dari total suplai maksimal 1 miliar token, baru 333,92 juta HYPE yang beredar di pasar. Artinya, sekitar dua pertiga suplai masih belum dirilis, dan jika distribusinya diatur secara bertahap dan transparan, potensi tekanan jual bisa ditekan seminimal mungkin.
Fully diluted valuation (FDV) HYPE saat ini berada di angka $32,38 miliar, sebanding dengan banyak proyek besar lainnya. Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar yang mencapai 3,73 persen juga menunjukkan bahwa HYPE diperdagangkan secara aktif dan bukan sekadar proyek yang diam dalam wallet.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media