Jatim Mbois . 10/05/2026, 00:30 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Admin
Finjatim - Bupati Jember, Muhammad Fawait alias Gus Fawait, menemui Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI, Agus Jabo Priyono. Orang nomor satu di Jember ini sowan untuk melakukan sinkronisasi kebijakan pengentasan kemiskinan ekstrem agar lebih tajam dan tepat sasaran.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa Pemkab Jember kini tidak lagi hanya duduk manis di balik meja.
Tim lapangan telah diterjunkan untuk melakukan groundcheck atau verifikasi faktual secara menyeluruh.
Tujuannya satu, memastikan bantuan sosial (bansos) jatuh ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan, bukan mereka yang "mengaku-ngaku" miskin.
Strategi besar yang diusung Gus Fawait bukan sekadar membagikan bantuan tunai, melainkan program Graduasi Mandiri.
Program ini didesain agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memiliki skill dan akses ekonomi sehingga bisa keluar dari status kemiskinan secara permanen.
Menurut Gus Fawait, Jember ingin mengubah pola pikir masyarakat dari "penerima bantuan" menjadi "pelaku ekonomi produktif".
"Bantuan sosial harus tepat sasaran dan dirasakan masyarakat yang memang membutuhkan. Tujuan akhirnya bukan hanya menerima bantuan, tetapi masyarakat bisa meningkat kesejahteraannya secara bertahap dan mandiri," kata Gus Fawait.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat Kabupaten Jember sedang melakukan akselerasi besar.
Dengan dukungan langsung dari Kementerian Sosial, proses verifikasi data dan pengucuran program pemberdayaan masyarakat di Jember dipastikan akan berjalan lebih efisien mulai pertengahan tahun 2026 ini.
Gus Fawait optimistis, dengan sinergi yang kuat antara Pemkab Jember dan Kemensos RI, angka kemiskinan ekstrem di Jember dapat ditekan secara signifikan dalam waktu singkat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media