Ini Sejumlah Kelemahan iPhone 15 yang Jarang Diketahui Pengguna

tekno.fin.co.id - 17/06/2025, 06:03 WIB

Ini Sejumlah Kelemahan iPhone 15 yang Jarang Diketahui Pengguna

iPhone 15

fin.co.id - iPhone 15 menjadi sorotan sejak diluncurkan oleh Apple pada September 2023.

Dilengkapi dengan berbagai peningkatan seperti port USB-C, kamera yang lebih canggih, dan chip A16 Bionic (untuk model reguler), iPhone 15 tetap menjadi salah satu smartphone paling populer di dunia.

Namun, di balik semua kelebihannya, ada sejumlah kelemahan yang jarang dibahas secara terbuka, terutama oleh penggemar setia produk Apple. Berikut ini adalah beberapa kekurangan iPhone 15 yang patut diketahui sebelum memutuskan untuk membeli.

1. Port USB-C Belum Maksimal

Apple akhirnya mengganti port Lightning ke USB-C di iPhone 15, menyusul tekanan regulasi dari Uni Eropa. Namun, tidak semua model iPhone 15 dibuat sama.

Versi reguler (iPhone 15 dan iPhone 15 Plus) masih mendukung kecepatan transfer USB 2.0, yang setara dengan kecepatan Lightning sebelumnya.

Artinya, meskipun secara fisik menggunakan USB-C, kecepatan transfer datanya tetap lambat jika dibandingkan dengan model iPhone 15 Pro yang sudah mendukung USB 3.0.

Bagi pengguna yang rutin mentransfer file besar seperti video 4K ke komputer, ini bisa menjadi kendala serius. Port USB-C di model non-Pro bisa menimbulkan ekspektasi palsu soal kecepatan dan efisiensi transfer data.

2. Tidak Ada Peningkatan Refresh Rate di Layar Reguler

Satu kelemahan lain yang mencolok, terutama jika dibandingkan dengan banyak smartphone Android kelas menengah ke atas, adalah layar iPhone 15 dan iPhone 15 Plus yang masih menggunakan refresh rate 60Hz.

Padahal, banyak ponsel Android di kelas harga lebih murah sudah memakai refresh rate 90Hz hingga 120Hz untuk pengalaman visual yang lebih mulus saat menggulir layar atau bermain game.

Sementara iPhone 15 Pro dan Pro Max memang sudah menggunakan ProMotion 120Hz, pengguna iPhone 15 biasa tetap tertinggal dari segi kenyamanan visual.

3. Overheating (Panas Berlebih) Saat Penggunaan Berat

Sejumlah pengguna melaporkan bahwa iPhone 15, terutama versi Pro — mengalami panas berlebih ketika digunakan untuk aktivitas intensif seperti bermain game berat, multitasking dengan banyak aplikasi, atau merekam video berkualitas tinggi dalam waktu lama.

Meskipun Apple telah merilis pembaruan perangkat lunak untuk mengatasi masalah ini, laporan overheating tetap bermunculan, terutama di negara-negara dengan suhu lingkungan tinggi.

Masalah ini tentu mengganggu kenyamanan, terlebih jika ponsel digunakan untuk produktivitas harian atau konten kreator yang sering merekam video panjang.

4. Kapasitas Baterai Tidak Jauh Lebih Baik


Meskipun Apple mengklaim bahwa iPhone 15 memiliki daya tahan baterai yang "sepanjang hari", pada praktiknya daya tahan ini tidak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya.

Model iPhone 15 reguler memiliki kapasitas baterai sekitar 3.349 mAh, yang secara angka kalah dari banyak pesaing Android di kelas flagship yang menawarkan baterai 4.500 mAh atau lebih.

Penggunaan intensif seperti streaming, navigasi GPS, dan bermain game bisa menguras baterai lebih cepat dari yang diharapkan. Belum lagi, kecepatan pengisian daya masih terbatas, hanya sekitar 20W pada model reguler, sementara banyak ponsel Android telah menawarkan fast charging di atas 60W.

5. Masih Terbatasnya Fitur AI Canggih


Meskipun Apple dikenal andal dalam optimalisasi software dan keamanan data pengguna, fitur AI di iPhone 15 belum sebanding dengan beberapa pesaing Android seperti Samsung Galaxy S24 atau Google Pixel 8.

Fitur seperti AI summarization, photo editing otomatis berbasis kecerdasan buatan, dan live translation secara real-time belum sepenuhnya hadir atau hanya terbatas.

Dengan meningkatnya tren AI di industri smartphone, pengguna iPhone 15 bisa merasa ketinggalan dalam hal personalisasi dan efisiensi yang dibantu AI.

6. Harga Mahal untuk Nilai Fitur yang Ditawarkan

Dengan banderol harga yang cukup tinggi, banyak pengguna merasa bahwa iPhone 15 standar tidak memberikan nilai yang sepadan dibandingkan dengan beberapa flagship Android.

Hal ini terutama terasa bagi mereka yang menginginkan fitur lengkap seperti refresh rate tinggi, kamera periskop, fast charging, atau RAM besar, yang pada iPhone hanya tersedia di model Pro Max — itupun dengan harga yang jauh lebih mahal.

Dengan demikian, iPhone 15 memang tetap menjadi perangkat yang solid, terutama dalam hal sistem operasi yang stabil, ekosistem Apple yang seamless, dan kualitas kamera yang mumpuni.

Namun, beberapa kelemahan teknis seperti USB-C yang “setengah matang”, refresh rate rendah, potensi overheating, dan ketertinggalan dalam fitur AI perlu dipertimbangkan, khususnya bagi calon pengguna yang mencari efisiensi dan inovasi maksimal dari smartphone premium.

Memahami kekurangan ini bukan berarti iPhone 15 buruk — sebaliknya, ini membantu konsumen membuat keputusan yang lebih bijak sesuai kebutuhan dan ekspektasi. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca