fin.co.id - Dalam dunia kripto, kejutan datang dari arah yang tak terduga. Salah satunya adalah Hyperliquid (HYPE), proyek yang mendadak melesat naik hingga 947% hanya dalam 6 bulan.
Dari harga $3.20 pada November 2024, kini HYPE telah menyentuh level $33.54 pada 29 Mei 2025, bahkan sempat mencatat all-time high (ATH) $39.93 pada 26 Mei lalu.
Apakah HYPE hanya sensasi sesaat, atau justru menyimpan potensi jangka panjang? Yuk, kita kupas tuntas potensi dan risiko Hyperliquid berdasarkan data terbaru.
Apa Itu Hyperliquid dan Mengapa HYPE Melejit?
Hyperliquid adalah ekosistem decentralized perpetual exchange yang berfokus pada kecepatan eksekusi tinggi, likuiditas mendalam, dan efisiensi gasless trading. Proyek ini menonjol karena:
-
Memiliki UI/UX yang sangat intuitif, menarik bagi pengguna retail dan profesional
-
Teknologi matching engine on-chain yang diklaim lebih cepat dari banyak CEX besar
-
Adopsi komunitas cepat berkat sistem insentif transparan berbasis performa
Kombinasi antara inovasi teknologi dan viralitas komunitas menjadikan HYPE sebagai salah satu altcoin dengan performa paling mencolok di semester pertama 2025.
Data Pasar Terbaru, Apakah Kenaikan Masih Berlanjut?
Per 29 Mei 2025, berikut ringkasan performa pasar Hyperliquid:
-
Harga saat ini: $33.54
-
Penurunan harian: -6.11%
-
ATH (26 Mei 2025): $39.93, koreksi -16.02%
-
Kapitalisasi pasar: $11.2 miliar (peringkat #12 global)
-
Volume 24 jam: $319 juta
-
Total suplai: 1 miliar HYPE
-
Suplai beredar: 333 juta HYPE (33%)
Dari data di atas, koreksi yang terjadi pasca-ATH masih dalam batas sehat. Rasio volume terhadap market cap (2.84%) menunjukkan pasar masih aktif tapi belum menunjukkan tanda euforia berlebihan.
Potensi Jangka Pendek, Konsolidasi Sehat atau Awal Penurunan?
Melesat hampir 10x lipat dalam waktu 6 bulan adalah pencapaian luar biasa. Namun secara teknikal, koreksi saat ini memberi ruang untuk:
-
Konsolidasi sehat di kisaran $30–$36, sebagai fase akumulasi baru
-
Potensi rebound jika support psikologis di $30 bertahan kuat
-
Koreksi lebih dalam jika tekanan jual muncul dari pelepasan token tambahan (ingat, baru 33% suplai yang beredar)
Jika konsolidasi ini disertai berita positif atau peningkatan volume, HYPE berpotensi menguji kembali level ATH bahkan melampauinya.