Crypto . 08/05/2025, 11:44 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Harga Pi Coin hari ini melonjak ke level $0.6253, mencatatkan pertumbuhan harian sebesar 7.88%.
Kenaikan tajam ini disertai lonjakan volume perdagangan lebih dari 108% dalam 24 jam terakhir, menandakan adanya anomali aktivitas pasar yang layak dianalisis lebih dalam.
Dengan struktur on-chain dan sentimen yang mulai bergerak, muncul pertanyaan penting: apakah ini sinyal akumulasi institusional atau hanya sekadar dead cat bounce?
Harga Pi Coin mengalami pemulihan cepat dari level terendah bulanan $0.4012 yang tercapai pada 5 April 2025, menandai rebound sebesar 57.1% dalam waktu kurang dari sebulan.
Dalam konteks teknikal, kenaikan ini membentuk pola short-term higher low, yang umumnya menjadi indikasi awal dari pembalikan tren (trend reversal).
Namun, reli ini masih terjadi dalam bayang-bayang koreksi besar dari all-time high $2.98 yang tercatat pada 26 Februari 2025, mencerminkan penurunan drastis sebesar -78.86%.
Dari perspektif tokenomics, Pi Coin menunjukkan dinamika yang berpotensi menciptakan tekanan jual jangka menengah.
Dengan total dan maksimal supply mencapai 100 miliar PI, serta hanya 7.04 miliar PI (7.04%) yang telah beredar, terdapat risiko besar dari sisi dilusi apabila distribusi token tidak disertai pertumbuhan adopsi dan utilitas yang sepadan.
Lebih mengkhawatirkan lagi, rasio antara market cap sebesar $4.4 miliar dan FDV (Fully Diluted Valuation) $63.03 miliar memperlihatkan ketimpangan valuasi yang lazimnya membuat investor jangka panjang berhati-hati.
Dalam konteks ini, pertanyaan fundamental muncul: apakah valuasi tersebut mencerminkan potensi nyata atau hanya proyeksi inflasi pasar?
Salah satu elemen yang membuat lonjakan harga Pi Coin hari ini menarik adalah kenaikan volume harian yang mencapai $98.36 juta, atau meningkat 108.40% dibanding hari sebelumnya.
Volume/market cap ratio di angka 2.21% menandakan adanya likuiditas yang cukup aktif, meskipun belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai akumulasi skala besar oleh entitas institusional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media